BELAJAR UNTUK BISA PERCAYA

(Yoh. 11 : 1 – 6; 11 – 15. Khususnya ayat 15 )

Syalom,

Mungkin Saudara pernah mendengar ada orang berkata,”Kamu sih kurang beriman sehingga penyakitmu tidak sembuh-sembuh” atau “Orang itu punya iman besar sekali, dia begitu tenang menghadapi bencana yang dialaminya.” Walaupun ada sebutan iman yang kurang, iman yang kecil, iman yang besar, tapi sesungguhnya Iman adalah sesuatu yang tidak bisa dibatasi, diukur atau didefinisikan dengan baku, sebab iman bertambah , bertumbuh dan berkembang sampai sempurna ( II Tes. 1 : 3; II Kor. 10 : 15; Luk. 17:5) . itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata pada murid-muridNya,”…supaya kamu dapat belajar percaya.” (Yoh. 11 : 15 B)
Apa tujuan belajar? Tujuannya adalah untuk menambah pengetahuan/ilmu dan ketrampilan. Belajar percaya berarti belajar supaya kepercayaan atau iman kita bertambah, bertumbuh dan berkembang.

Yesus yang mengajar, dan kita sebagai umat percaya yang belajar. Marilah kita lihat bagaimana cara Yesus mengajar murid-muridNya supaya iman atau kepercayaan mereka pada Tuhan semakin bertumbuh atau bertambah. Dan begitu juga dengan kita yang membaca renungan ini.

ISI RENUNGAN :


Dengan cara apa Yesus mengajar murid-muridNya ?

I. DENGAN CARA YESUS MENUNDA PERTOLONGANNYA( Yoh. 11:6 – 7 )

Yesus diberitahukan oleh utusan Maria dan Marta bahwa Lazarus sakit. Yesus tidak segera datang, malahan Dia menunda kedatangannya selama dua hari dan mengajak murid-muridNya ke Yudea. Sudah pasti Maria dan Marta murid-murid yang dikasihi Yesus itu dalam keadaan cemas, begitu juga dengan murid-murid Yesus yang ada bersama Dia. Sebab Lazarus sedang sakit berat. Kalau sakit ringan, tidak mungkin sampai Yesus diberitahukan oleh mereka. Apa maksud Tuhan Yesus menunda kedatanganNya ke rumah Lazarus ? Sebab dibalik penundaan itu Tuhan mau mengajar Maria, Marta dan semua murid-muridNya untuk menunggu waktu pertolonganNya. Pada saat nunggu pertolongan Tuhan inilah iman seseorang dibentuk untuk disempurnakan.

Coba bayangkan bila para calon penumpang pesawat mendapat pemberitahuan bahwa pesawat di delay dalam waktu yang tidak bisa ditentukan. Pada saat itulah, sifat dan tabiat seseorang akan terlihat. Misalnya: mereka adalah: Pengusaha yang akan menandatangani kontrak proyek besar; Pemusik dan penyanyi yang siap manggung dengan bayaran yang besar; Mahasiswa yang akan diuji skripsinya; Seorang yang akan dioperasi jantungnya, coba Anda bayangkan bagaimana sikap mereka. Siapapun kita, baik sebagai pendeta, majelis gereja, maupun orang yang sudah puluhan tahun jadi Kristen akan mengungkapkan rasa kekesalan dan kejengkelan kita apabila kita berada dalam situasi seperti itu, bukan ?

Kelihatannya cara inilah yang sering dipakai Tuhan untuk mengajar kita supaya iman kita bertumbuh. Tuhan kadang-kadang meng- gunakan cara penundaanNya, tidak Cuma supaya kita sabar tapi juga supaya kita mempunyai kepercayaan/keyakinan yang penuh pada Dia. Kepercayaan yang tidak goyah pada saat menghadapi permasalahan yang gawat. Kepercayaan yang pasrah dan beserah total padaNya.

Dalam kisah Lazarus ini kita sudah tahu jalan ceritanya, di mana Yesus menunda ke da- tanganNya ke rumah Lazarus. Tapi dalam kehidupan kita, Tentunya kita tidak tahu kalau ada penundaan Tuhan Yesus dalam rencanaNya menolong kita. Dalam ke- tidaktahuan kita inilah kebanyakan dari kita hilang kesabaran untuk menantikan pertolongan Tuhan. Pada saat kita berada dalam keadaan krisis, gawat, genting, bahaya, apa yang kita lakukan ? Bagaimana sikap kita ? Yang pasti kita berdoa ,”Tolonglah saya Tuhan” . Tapi pertolongan Tuhan bukan berarti pada saat itu juga kita bebas dari masalah yang kita hadapi itu.

Maria dan Marta mengharapkan Lazarus sembuh karena mereka percaya Yesus sang- gup menolong mereka. Karena itulah mereka mengirim utusan untuk memberitahukan Yesus. Tapi nyatanya Yesus membiarkan Lazarus meninggal. Maria dan Marta sama sekali tidak berpikir bahwa Yesus akan membangkitkan Lazarus. Yang mereka lihat adalah Lazarus saudara mereka sudah meninggal. Apa yang mereka alami berbeda dengan apa yang mereka harapkan. Justru keadaan seperti itulah sebagai pembelajaran buat mereka. Iman atau percaya adalah suatu sikap penyerahan diri total pada otoristas Tuhan. Tuhan akan mengajar kita melalui penundaanNya supaya iman kita bertumbuh dan berkembang.

II. DENGAN CARA YESUS MEMBIARKAN MURID BERADA DALAM KETIDAK MUNGKINAN. ( Yoh. 11 : 20-23, 32 )

Mengapa Yesus menunda ke rumah Lazarus dan bahkan Dia pergi ke Yehuda ? Yesus sengaja membiarkan Lazarus meninggal. Mengapa begitu ? Yesus berkata bahwa Lazarus meninggal akan membuat Allah dan Anak Allah (Yesus) dipermuliakan. Selain itu kata Yesus, supaya murid-muridNya bisa belajar percaya atau mengimani Yesus. Sebab Yesus akan melakukan sesuatu yang luar biasa, yang tidak mungkin atau mustahil dilakukan oleh orang lain. Apa itu ? Yesus akan membangkitkan Lazarus yang sudah meninggal. Yesus akan menghidupkan kembali Lazarus.

Melalui kebangkitan Lazarus inilah iman, keyakinan, kepercayaan mereka pada Yesusditambahkan. Iman atau kepercayaan mereka pada Yesus bukan hanya Yesus dapat menyembuhkan orang sakit, tapi Dia juga dapat membangkitkan atau menghidupkan orang mati. Yesus dapat melakukan yang mustahil dilakukan manusia. Kuasa Yesus yang dapat membangkitkan orang mati pada akhir zaman dibuktikan oleh Yesus dalam peristiwa Lazarus ini. Kepercayaan pada Yesus tidak cukup percaya bahwa Yesus sebagai Penyembuh tetapi juga sebagai Anak Allah yang memiliki kuasa Allah sebab Dia adalah Allah sendiri.

Kepercayaan Marta dan Maria perlu ditumbuh kembangkan melalui kebangkitan Lazarus. Memang mereka punya iman pada Yesus karena itulah mereka menyuruh orang untuk memohon Yesus menyembuhkan Lazarus. Tetapi kepercayan mereka pada Yesus perlu dikembangkan. Tidak cukup mereka percaya Yesus sebagai Penyembuh tapi sebagai Anak Allah yang dapat melakukan hal yang mustahil bagi manusia.

Maria dan Marta berkata pada pada Yesus dengan ucapannya yang sama,” Tuhan, sekiranya engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak akan mati” (Lord if you had been hear my brother would not be dead.) Sebaik-baiknya iman Marta dan Maria pada Yesus, mereka masih menganggap Yesus memiliki kuasa yang terbatas. Hal ini bisa dimaklumi sebab mereka belum mengetahui siapa sesungguhnya Yesus. Lain halnya dengan kita. Kita percaya Yesus adalah Allah dan Tuhan sebab kita hidup setelah ribuan tahun Yesus mati, bangkit dan naik ke sorga. Kisah itupun telah diketahui oleh hampir seluruh penduduk dunia melalui tulisan dalam Alkitab.

Tuhan Yesus membawa kita dalam keadaan yang sulit dan mustahil kita bisa selesaikan dengan tujuan untuk mengajar kita supaya iman percaya kita bertumbuh.Terus terang saja, walaupun kita punya iman kepercayaan pada Tuhan, kalau dalam keadaan sulit pasti hati terasa susah, bingung, tidak sejahtera, jengkel, kesal, marah dan sebagainya. Kadang-kadang kita masih sering membatasi kuasa Tuhan, walaupun di mulut kita bicara bahwa Tuhan Yesus luar biasa, tapi dalam praktek kehidupan nyata sehari-hari masih jauh dari apa yang kita ucapkan.

Coba Tanyakan pada istri-istri :

Bagaimana keadaan suaminya ketika menghadapi masalah. Pada waktu mengendarai mobil di jalan yang sedang macet, disalib kendaraan lain, mobilnya diserempet mobil lain, ketika mencari alamat tidak ditemukan; Ketika pelanggan membayar dengan cek kosong; Ketika pelanggan membatalkan pembelian yang awalnya sudah dipastikan akan dibeli. Bagaimana sikap sang suami menghadapi semuanya itu dan apa yang diucapkannya ?

Coba tanyakan pada suami-suami :

Mengapa kok sama istri sendiri takut; Apa yang terjadi jikalau istri diberitahukan jangan boros; Apa yang terjadi jika pohon bunga kesayangannya mati karena sang suami membuang bensin di pot bunga. Bagaimana sikap istri ketika mengalami hal-hal tersebut?

Kita dapat melihat bagaimana sikap seseorang dalam keadaan yang sulit. Jangankan masalah besar, masalah kecil saja bisa membuat seseorang kalang kabut. Sering kita mengalami di mana kita berada dalam keadaan yang sangat sulit dalam kehidupan kita. Kita berpikir tamatlah usaha kita, pekerjaan kita, mata pencaharian kita, reputasi kita, nama baik kita. Ternyata pertolongan Tuhan yang kita tidak sangkah-sangkah terjadi, bukan ? Malahan yang di luar jangkauan kepikiran kita.

Tuhan bisa menggunakan keadaan sulit untuk menumbuhkan iman kita. Karena itu kalau kita berada dalam kesulitan, tidak cukup kita berdoa supaya Tuhan menolong kita dalam kesulitan itu. Tapi kita minta, kesanggupan dan kekuatan untuk bisa menghadapinya, serta mohon agar Tuhan memberi petunjuk bagi kita apa yang kita harus lakukan. Tuhan Yesus maha kuasa. KuasaNya tidak berubah , dulu sekarang dan selama-lamanya. Pertolongan Tuhan adalah hal yang pasti bagi orang percaya.

PENUTUP :

Renungan Firman Tuhan ini mengajar kita bahwa,Tuhan akan mendidik kita supaya iman kita bertumbuh dan berkembang terus, menuju kesempurnaan atau kedewasaan iman, melalui :

PenundaanNya. Sabarlah dalam penantian pertolongan Tuhan dalam penundaanNya ini.

Membawa kita pada keadaan atau masalah yang sulit untuk dapat kita menanggungnya. Berserahlah pada Tuhan dengan sepenuh hati. Dia akan memberikan kekuatan, kemampuan dan Tuhan akan turun tangan menolong kita Melalui renungan Firman ini, marilah kita mau belajar percaya bahwa Tuhan kita

Yesus Kristus mempunyai rancangan yang indah untuk membentuk kita.

A M I N